Saturday, September 27, 2014

Sejarah Perkembangan Desain Kemasan

Perkembangan Desain Kemasan dalam Masyarakat yang Dinamis

Sejarah desain kemasan berkaitan erat dengan setiap aspek perubahan budaya manusia. Perkembangan teknologi, material, produksi, dan kondisi masyarakat konsumen yang terus berubah kengakibatkan peningkatan perlunya kemasan untuk melindungi, menyimpan dan mengirimi barang. Desain kemasan menjadi sarana untuk mengkomunikasikan isi produk secara visual. Perspektif sejarah yang padat berikut ini akan mengeksplorasi bagaimana perkembangan peradaban, peningkatan perdagangan, penemuan-penemuan manusia, penemuan teknologi, dan berbaga kejadian global memfasilitasi kelahiran dan evolusi desain kemasan
Sejarah awal desain kemasan dimulai dari kebutuhan manusia untuk memiliki barang, dan sejak 8000 SM material-material alami seperti anyaman rumput dan kain, kulit pohon, daun, kerang, kerajian tanah liat, dan peralatan kaca yang kasardigunakan sebagai peti kemas untuk menyimpan barang. Sayur labu yang berongga dan kandung kemih binatang mengilhami bentuk botol kaca, dan kulit binatang serta daun merupakan asal muasal kantung kertas dan pembungkus plastic


Kapitalisme dari Masa ke Masa

Dalam prinsip kapitalis maupun ekonomi, barang adalah unit dasar satuan nilai. Kembali ke Abad Pertengahan, bentuk paling awal dari masyarakat perniagaan di Cina, Roma, dan Timur Tengah didefinisikan oleh distribusi barang untuk meraih keuntungan. Pada tahun 750 terjadi penyebarluasan pemakaian botol, toples, dan tempayan yang terbuat dari tanah. Pengrajin yang treampil membuat container keramik dan container dekoratif lainnya untuk menyimpan kemenyan, wewangian, dan salep.

Naik turunnya keadaan social akibat konflik penguasa-penguasa religious dan ekonomi terjadi sepanjang sejarah peradaban dunia seperti Perang Salib (1096-1291) mempercepat perkembangan rute perdagangan antara Timut dan Barat. Orang-orang yang berperang dalam Perang Salib membawa kembali wewangian, rempah-rempah, dan barang eksotik lainnya, menyuburkan pertumbuhan perdagangan dan kebutuhan akan ragam kemasan yang lebih luas untuk mengemas dan melindungi barang.

Sejarah Tulisan
Dengan adanya bahasa tertulis, muncullah kebutuhan akan lembar untuk penulisan. Dari tahun 500 SM sampai 170 SM, gulungan papyrus (kata-kata paper(kertas) berasal dari papyrus (papirus) yaitu suatu tanaman yang ditemukan di Mesir ) da kertas kulit yang pertama terbuat dari alang-alang kering yang dikembangkan menjadi lembar penulisan pertama yang mudah dibawa. Kertas pertama yang ditemukan di dunia dibuat Cina tahun 105 Ts’ai Lun seorang pejabat pengadilan kerajaan Kaisar Han Ho-di.
Para peneliti menemukan Dinasti Han Barat tidak hanya menggunakan kertas ini untuk menulis tetapi juga untuk penutup dinding, kertas toilet, serbet, dan pembungkus kemasan. Pembuatan kertas mengalami evolusi selama 1500 tahun berikutnya, mencapai Timur Tengah dan menyebar ke Eropa pada sekitar tahun 750 dan kearah barat sampai ke Inggris tahun 1310. Teknik pembuatan kertas mencapai Amerika pada akhir tahun 1600
Dalam kurun 800 tahun, perkembangan sosiologi, budaya, politik, dan ekonomi telah mengubah sejarah secara dramatis. Kelompok masyarakat pedagang yang terbentuk pada abad kedua belas dan ketiga belas berkembang sebagai kelompok social dan ekonomi yang berfungsi mentransfer produk dari suatu tempat ke tempat lain. Kata-kata tertulis pada kertas member jalan kepada percetakan modern.

Percetakan
Diduga lahir di Cina dengan adanya mesin pres cetak kayu pertama tahun 305 SM, dan tipe tanah liat yang bisa dipindahkan tahun 1041. Tahun 1200, mesin pres plat besi berlapis timah dikembangkan di Bohemia dan percetakan menyebar ke Eropa. Tahun 1450 Johannes Gutenberg menemukan mesin pres cetak.

Awal Mula Komunikasi Visual

Pada pertengahan tahun 1500 Andreas Bernhart, memiliki pabrik kertas, dan para pembuat kertas Jerman yang pertama adalah pedagang pertama yng mencantumkan nama mereka diatas produk yang mereka buat dengan pembungkus tercetak.
Pembungkus Bernhart menjadi sarana promosi produk kertas dengan cara menghias kertas pembungkus itu dengan desain tercetak. Pembungkus tersebut tercatat sebagai salah satu dsain kemasan yang pertama.

Industrialisasi

Pada abad ke-18, di Eropa terjadi ekspansi komersial secara besar-besaran dengan pertumbuhan kota yang tinggi dan distribusi kemakmuran yang lebih luas dari golongan kaya sampai kelas pekerja . perkembangan teknologi mempercepat siklus produksi agar seimbang dengan populasi yang semakin meningkat. Produksi missal menyediakan barang-barang yang tersedia dengan harga yang lebih murah.
Tahun 1740, Amerika sebagai salah satu koloni inggris, mengimpor sebagian besar barang-barang mewah dari pabrik-pabrik di Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman. Hanya ada satu juta penduduk tahun 1750, yang tumbuh menjadi tujuh juta pada tahun 1810. Ada sedikit godaan pada sebagian besar pedagang untuk mencetak nama dan alamat mereka pada barang-barang yang mereka produksi karena sebagian besar populasi tidak bisa membaca. Dari Sembilan juta penduduk di Inggris, hanta 80.000 orang yang bisa membaca, kalangan inilah yang menjadi konsumen pembeli barang-barang tersebut. Desain kemasan pada masa-masa awal jelas ditujukan untuk kelas atas.
Pada awal tahun 1800-an ketika populasi semakin tumbuh di Eropa dan Amerika, tong, kotak kayu, dan kantong serat digunakan secara luas sebagai material kemasan. Dengan permintaan makin meningkat, perkembangan kaleng, alumunium, kaca, dan kantong kertas muncul sebagai sumber daya kemasan signifikan.
Tahun 1817, kotak kardus komersial pertama dibuat di Inggris, 200 tahun setelah orang Cina menemukan kertas, dan berubah menjadi perkembangan revolusioner pada akhir abad ke sembilan belas. Kemasan kardus diproduksi secara komersial tahun 1839, dan dalam sepuluh tahun trelah diproduksi kotak untuk berbagai produk. Karton bergelombang (corrugated board) muncul tahun 1850 sebagai material kemasan sekunder yang lebih tahan lama untuk mengirimkan berbagai barang sekaligus. Ketika mulai terjadi persaingan antar para pembuat kardus, peralatan khusus dikembangkan untuk mempercepat produksi dan mengurangi biaya.
Robert gair, pencetak Amerika Brooklyn, menemukan pembuatan kotak kardus skala besar tahun 1890. Secara kebetulan, ketika suku cadang penggaris logam keluar jalur saat proses pencetakan berjalan, ia menemukan bahwa menggabungkan proses pemotongan dan pelipatan dalam satu kali operasi, ia dapat membuat karton prafabrikasi. Tahun 1900 karton kardus menggantikan kotak buatan sendiri dan peti kayu yang sebelumnya digunakan dalam perdagangan. Hal ini menandakan asal mula kotak sereal yang kita kenal selama ini. Pembuatan kotak dan kaleng timah. Semakin luasnya perdagangan, mesin tidak hanya diperlukan membuat kotak tetapi juga untuk menimbang isi produk, mengisi, dan menyegelnya.

Masa-masa Awal Penggunaan Merek

Pertengahan tahun 1800-an produsen mengadopsi istilah merek. Istilah ini diturunkan dari pemakaian besi stempel panas untuk mencetak sebuah tanda tertentu pada kulit hewan untuk menandai bahwa hewan tersebut adalah milik peternakan tertentu. Ide kepemilikan melalui symbol visual ini menjadi sarana di mana penjual dan produsen menjamin mutu yang dijanjikan produk mereka dengan mencantumkan symbol “merek” atau nama mereka dan menyediakan suatu cara bagi konsumen untuk mengenali dan melacak produk itu kembali ke sumbernya. Merek menjadi alat untuk melindungi informasi kepemilikan produsen tentang produk mereka.

Litografi

Prinsip litografi ditemukan Alois Senefelder tahun 1798, merupakan titik signifikan dalam sejarah dsain kemasan, dan semakin maju dengan berkembangnya produksi missal. Karena semua kemasan mulai dari kotak kardus, peti kayu, botol, dan kaleng memiliki label kertas, proses litografi label cetakan menjadi salah satu perkembangan yang patut dicatat masa itu. Selanjutnya setiap label atau pembungkus dicetak dengan tangan memakai mesin press katu di atas kertas buatan tangan. Teknik cetakan wallpaper diinspirasi oleh periode seni saat itu yang mempengaruhi desain label, kotak, dan kaleng.

Ekonomi Baru

Akibat pengaruh revolusi industri di Eropa, pertengahan tahun 1800-an terjadi perubahan skala besar kehidupan pedesaan ke perkotaan, perubahan dalam cara kerja, pertumbuhan ekonomi konsumen, peran wanita dalam masyarakat. Metode produksi dan distribusi baru pada akhir abad ke-19 mengubah cara pengintegrasian makanan dengan budaya melalui material kemasan.

Perkembangan Abad ke-20

Dengan bagian-bagian mesin rakitan yang dikembangkan oleh Henry Ford pada tahun 1913, produksi missal berkembang di Amerika Serikat, pemerintah berusaha mengaur system pasar bebas dan melindungi kepentingan konsumen. 1906 undang-undang Federal Food and Drugs Act, yang melarang pemalsuan label. 1910 pemakaian alumunium foil yang dikembangkan pada saat pabrik alumunium pertama dibuka di Swiss, memungkinkan penyegelan efektif terhadap obat-obatan dan produk lain yang sensitive udara sepeti tembakau dan coklat. 1920 ditemukan cellophane transparan ditandai permulaan zaman plastik.

Perkembangan Bisnis Desain Kemasan

Awal 1930 kemasan berkembang menjadi industri yang matang. Berbagai publikasi melayani para pemasok, perancang, dan klien dengan informasi terbaru di bidang ini.

Perlindungan Konsumen

1952 Presiden Kennedy AS berpidato kepresidenan pertama mengenai , dan kenyamanan perlindungan konsumen, bahwa konsumen berhak atas keamanan, infornasi, pilihan, kesegaran. Pengesahan Undang-undang Kemasan dan Pelabelan tahun 1967 mewajibkan akurasi label dan kemasan secara federal.

Kemajuan di Bidang Desain Kemasan

Pencapaian di bidang teknis dan pengetahuan ilmiah NASA (National Aeronaaucatics Space Administration) mempengaruhi kemajuan material dan teknologi kemasan. Kotak permen ukuran kecil, bubuk kering beku, tube alumunium yang bisa dipencet dan kemasan minuman dari laminasi foil dikembangkan untuk memberikan perlindungan, kenyamanan, akses, dan makanan yang awet lebih lama.
1966 desainer Alan Berni mendorong para produsen berkonsentrasi pada pengembangan permukaan logam untuk menyediakan fleksibilitas kreatifitas yang lebih besar bagi para desainer dalam menciptakan kemasan yang unik. Berupa kardus tanpa butiran yang memungkinkan para desainer mengembangkan bentuk kontur dan kemasan multikurva.
1970 sejumlah firma desain kemasan memiliki kantor di seluruh dunia. Kantor Raymond Loewy telah mengerjakan desain kemasan untuk Maxwell House, Kellogg’s, Nabisco, Quaker Oats, Ivory. Peran desain kemasan telah berkembang menjadi salah satu cara mengekspresikan startegi pemasaran yang tertata baik-lebih dari sekadar sebuah container dan papan iklan penjualan seperti yang dipakai sebelumnya.
1980 pertumbuhan pusat perbelanjaan dan supermarket meningkatkan permintaan akan lebih banyak produks. Produk-produk yang dijual di supermarket menjadi sangat bergantung pada desain kemasan untuk meraih kesuksesan. Di Amerika Serikat, The Coleman Group, Deskey Associates, Primo Angel adalah beberapa dari sekian banyak firma desain yang bisnis utamanya mengerjakan desain kemasan.

Akhir Abad

1990-an produsen, dengan banyaknya merek-merek produk dijual bersamaan dengan yang mereka miliki, menyadari kebutuhan untuk menyertakan insinyur kemasan ke dalam tim pengembangan produk dan desainer kemasan sebagai bagian tim pemasaran. Kaleng soda berubah dari tutup cabut menjadi tutup yang lebih mudah dibuka, kaca digantikan plastic agar tidak pecah, dan laminasi serta lapisan khusus pada kardus memberikan desain baru bagi desainer kemasan.

Desain Saat Ini

Dengan kemewahan menjadi salah satu nilai utama bagi konsumen pada awal abad ke 21, desain telah melangkah ke depan sebagai sarana untuk membedakan kualitas. Baik desain untuk mode, produk rumah tangga, otomotif hingga telepon seluler dan computer telah menjadi factor kritis dalam dunia konsumerisme. Kekuatan desain kemasan dan pengaruhnya pada keputusan pembelian.
Desain kemasan masa kini mempunyai beragam tujuan, “kesederhanaan” tampaknya menjadi filosfi yang berkembang. Pemeriksaan desain kemasan di sepanjang masa dimulai dengan kebutuhan hidup manusia. Melalui masyarakat yang terus berubah, kompetesi pasar, kejadian-kejadian sejarah, gaya hidup yang berubah dan kemajuan teknologi.


Buku sumber:

Desain Kemasan
Perencanaan Merek Produk yang Berhasil mulai dari Konsep sampai Penjualan
Marianne Rosner Klimchuk dan Sandra A. Krasovec
Penerbit Erlangga, 2007.

1 comment:

  1. http://mitra-kontainer.com/cafe-kontainer/

    perkembangan untuk desain kontainer bagaimana?

    ReplyDelete