Wednesday, July 8, 2015

Di balik "Le devoir de l'etudiant"

Trivia saja.

Sebetulnya ini adalah blog saya yang ke-3. Tapi jika kamu mau kepo, kedua blog saya yang terdahulu itu ga akan ketemu. Blog pertama saya isinya curhatan dari zaman SMA, which means isinya penuh drama. Sedangkan blog yang kedua penuh semangat nyeritain segala sesuatu yang menarik hati saya. Tapi dua-duanya saya hapus karena saya pikir agen intelegensi amerika bakal menyadap curhatan hati saya.

Blog yang ini dibuat -dengan terpaksa- atas sebuah tuntutan bernama mata kuliah. Makanya nama blognya mon-devoir yang konon katanya berarti 'Peer Saya'. Dibuat dalam bahasa Perancis biar kekinian dan terdengar keren, tanpa ada maksud lain.

Lalu kenapa Le devoir de l'etudiant?
Konon, artinya adalah 'Peer si Mahasiswa'.
Awalnya saya pikir akan lebih keren jika judul page nya terdiri dari beberapa frase. Mungkin akan sekeren Hot Chocolate and Mint-nya Diana Rikasari atau sekeren Kabut, Teh Melati, Susu Cokelat, dan Bimasakti-nya Nia Janiar. Dan karena saya anak agroindustri, mungkin judulnya akan menjadi...

Teh Tubruk dan Gula Rafinasi

Tapi niatan mulia itu saya urungkan karena mungkin akan sangat terlihat alay melihat isi blognya tidak sekeren namanya. Akhirnya ya, 'Peer si mahasiswa'. Dengan dalil filosofi sok tahu saya, peer si mahasiswa ini maknanya dalam. Karena mahasiswa juga manusia, bisa juga berarti peer si manusia. Tahu kan? Silakan buka QS Adz Dzariyat ayat 56 ;)

Tuesday, July 7, 2015

Aku dan Tulisan

Belakangan ini saat gadag (ga ada gawe, red) biasanya aku searching hal random dan ketemu blog/tulisan orang random. Pada beberapa kasus, ada perasaan yang tidak dapat dijelaskan yang mampu membuatku merasa mengenal sang penulis. Tapi pasti itu dari cara dan gayanya menulis. Betapa ajaib sebuah tulisan, padahal dengan huruf-huruf yang sama, bisa membuat nuansa yang berbeda. Tak jarang pula aku menitikkan air mata saat membaca cerita pilu sang penulis yang hei, bahkan aku tidak tahu siapa dirinya!

Ceritania #2

Inget curhatan saya yang ini?
Pas saya cerita ke ibu jahit, Ibu langsung nepak saya sambil bilang, "Neng, Allah mah punya jalan lain buat eneng. Udah ah ga usah sedih gitu." daaaan seminggu setelah postingan itu, saya... hiks hiks *tangis bahagia* Alhamdulillah dapet proyekan yang sesuai dengan idealisme saya (Aamiin) :')

Permainan tentang Masalah dalam Organisasi

Ini adalah cara tentang bagaimana merepresentasikan masalah-masalah dalam organisasi dalam waktu kurang dari 10 menit dan karena ini prototype, mungkin harus direvisi pada suatu saat nanti muehehe~

Permainan ini kuberi nama "Puzzle Game". Sesederhana namanya, memang permainan ini hanyalah menyusun potongan-potongan gambar hingga membentuk suatu kesatuan gambar yang utuh. Langsung mulai saja. Langkah-langkahnya:

1. Bentuk tim yang terdiri dari 5 orang, dengan komposisi 1 ketua dan 4 anggota. Jadi, jika ada 40 orang audiens, terdapat 8 tim.

2. Ajak seluruh ketua tim-tim tersebut ke tempat terpisah yang jauh dari penglihatan para anggota.

3. Beri mereka lembaran gambar. Saya membuatnya dalam ukuran A4. Gambarnya sendiri bebas dan contohnya ini search di Google. Sebelumnya, gambar telah diberi garis putus-putus yang membagi gambar ke dalam 36 kotak.
Gambar ini di-print, lalu dikasih garis putus-putus pakai pensil

Wednesday, June 17, 2015

Tempat Kursus Jahit di Bandung: Yani 41

Perempuan ituuuu: pintar memasak, mengurus anak, jago beres-beres, bisa menjahit, merajut, dan yang paling penting... kuat ilmu dan amal agamanya :D
Idealnya sih gitu~ hehe

Nah, kalau mau belajar menjahit (khusus daerah Bandung), saya akan memberikan rekomendasi. Jeng jeng jeng!

LPK Yani 41
Jalan Cigadung Raya Tengah No 57
Bandung 40191
Gerbang depan LPK Yani 41

Kenapa saya rekomendasikan?
Bukan buat promosi apalagi endorse loooh. Saya rekomendasikan karena saya hampir 9 bulan kursus di sana. So, it has been test drive-ed by me :D 
Tapi jangan pikir 9 bulan di sana saya jadi jago. Bukaaan. Saya seringnya bolos huehehe tapi di sana itu membetahkan. Ibu pengajarnya, bapa (suaminya ibu pengajar), tempatnya, suasananya, temen-temennya, ikan-ikan di kolamnya, semuanyaaa bikin betah. Saya kan tipe orang yang kalo diajarin sesuatu sama orang yang galak jadi males belajar. Nah, di Yani 41 tuh engga. Ibu bapanya baiiiik banget. Malah saya sering curhat. Homy abis deh.

Di ruangan ini biasanya kita bikin pola dan motong kain
Paling enak motong kain di meja ini, karena bawahnya licin dan mejanya luas
Ada paket belajar apa aja di sana?
Sampai tulisan ini dibuat, ada kursus kilat dan biasa. Kalo yang kilat, durasinya 2 bulan, bisa lebih tergantung materi kita udah beres atau belum. Kalo yang biasa, durasinya setahun. Trus ada kursus high speed juga buat yang mau belajar mengoperasikan mesin-mesin besar kayak Juki, Typical, etc.
Belajarnya setiap hari dari hari senin-jumat. Bukanya dari jam 9 pagi. Buat yang kilat dapet jatah 4 jam per hari dan yang biasa dan high speed 2 jam per hari.

Mesin jahitnya banyak dan terawat
Berapa biayanya?
Buat biaya langsung aja kontak LPK Yani 41 (022-250 2525).
Ada keterangannya juga di link-link ini:

Tempatnya itu di daerah mana?
Dekat dari tubagus ismail, dekat dari sadang serang, dekat dari taman makam pahlawan. Daerah cigadung lah. Haha. Paling mudah naik angkot Caringin-Dago (angkot warna orange) yang ke arah Dago. Turun di jalan Pesantren, jalan sedikit ke arah kiri.


Buat para mahasiswa yang lagi libur panjang, highly recommended lah belajar jahit. Biar manfaat liburannya :D Kira-kira begitulah. Semoga bermanfaat yaaa.

Kolam ikan pelipur lara. Haha

Thursday, June 11, 2015

Sebuah Tayangan tentang Para Hafidz Al-Quran di Indonesia

Bismillah..
Untuk memunculkan subtitle dalam bahasa Indonesia, klik tombol 'cc' di kanan bawah.

Masya Allah betapa indahnya lantunan ayat-ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh para hafidz ini.
Coba lihat di menit ke 7 dst. Sebuah keluarga berhijrah dari Bali hanya untuk menghafal Al Quran. Masya Allah... Semoga kita dan keturunan-keturunan kita juga dapat menjadi hafidz Al Quran.

Di akhir video, kita dapat melihat pesan sang pembawa acara:
Bacalah Al Quran dengan perlahan agar kita dapat meresapi dan memaknai ayat yang kita baca. Banyak orang yang saya temui membaca Al Quran dengan cepat bahkan sangat cepat karena tujuan mereka adalah 'khatam! khatam!', terutama pada bulan Ramadhan. 
Tidak salah, membaca Al Quran pada bulan ramadhan dan berniat mengkhatamkannya, tetapi ingatlah, ayat-ayat itu adalah firman Allah Swt. Resapilah maknanya, masukkan ke dalam hatimu. Ingat, ayat-ayat Al Quran bukan puisi.  

Wednesday, June 10, 2015

Ceritania

Bismillah..
First post on June! But unfortunately, It becomes a sad-post :')

Curhat dulu boleh ya? Boleh kan? Boleh ajalah da blog saya ini huehe. Lagipula saya yang tulis saya yang akan bertanggung jawab (.^v^:)